Connect with us

Featured

Yazid: Jadikan Kegagalan Sebagai Pelajaran

Yazid Farhan Anwar merupakan student-athlete Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Menjadi salah satu pemain dari tim debutan di kompetisi LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference Season 7, membuatnya belajar dan mendapat pengalaman yang berharga.

“Mengikuti kompetisi LIMA untuk pertama kalinya membuat kami sadar harus berlatih lebih keras lagi. Hasil di sini memang kurang memuaskan. Akan tetapi, kami mendapat banyak pelajaran, terutama untuk masalah mental,” ujar Yazid.

Kekalahan dan kegagalan yang dialami tidak membuatnya putus asa. Ia justru ingin berlatih lebih giat lagi agar mental bertandingnya semakin terbentuk. “Serurut hasil di sini yang kurang bagus, kami harus introspeksi diri. Apa yang kurang harus diperbaiki untuk ke depannya,” tambahnya.

Dengan mengikuti kompetisi LIMA ini, ia menjadi tahu kekurangan di dalam dirinya sendiri. Yazid juga mengaku bahwa kampusnya masih merasakan kesulitan untuk bersaing di regional Jakarta Raya. Tak hanya di olahraga, pria kelahiran Batam yang masih ingin ikut kompetisi LIMA tahun depan ini semakin terdorong untuk meningkatkan nilai akademiknya mengingat LIMA memberlakukan standar IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). “Kompetisi LIMA mampu meningkatkan kemampuan tim UAI sekaligus mengembangkan kualitas akademik dan non-akademik diri saya sendiri.”

Mahasiswa jurusan teknik industri ini juga mengatakan, “Setelah ikut turnamen LIMA, saya merasa semakin berkembang. Pengalaman saya bertambah banyak dan mental saya juga semakin terbentuk.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Featured