Connect with us

Futsal

UIN Jakarta Rebut Gelar Nationals dari STIE BP

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menutup LIMA Futsal Nationals 2018 dengan gelar, setelah mengempaskan juara bertahan, STIE Bhakti Pembangunan (BP) Jakarta, di laga puncak pada Minggu (16/12).

Dalam final yang dihiasi selusin gol, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menutup LIMA Futsal Nationals 2018 dengan gelar. Di laga puncak pada Minggu (16/12), UIN Jakarta mengempaskan juara bertahan, STIE Bhakti Pembangunan (BP) Jakarta.

Kedua tim bertemu di perebutan peringkat ketiga pada awal Desember. STIE BP memenangi duel itu. Ceritanya berbeda di final LIMA Futsal Nationals 2018 ini.

Ketatnya babak pertama duel pamungkas ini ditandai dengan skor kacamata sampai melewati paruh pertama babak pertama. STIE BP lalu membuka skor di menit ke-13. Abdul Rachim (11) mencetak gol pertama via tusukan dari sayap kanan yang diakhiri tembakan dari luar lingkaran pertahanan UIN Jakarta. Dua menit sebelum rehat, UIN Jakarta bisa menyamakan skor. Kick-in Arie Rakasiwi (21) yang coba diantisipasi kiper BP malah bergulir ke dalam gawang sang juara bertahan.

Usai skor 1-1 di paruh pertama laga di GOR Sekolah Tinggi Transportasti Darat (STTD), Bekasi, ini, UIN Jakarta mendapatkan momentum di tujuh menit pertama babak kedua. UIN Jakarta, yang ditangani Syaifullah Nur, mulai unggul di menit ke-22. Fahmi Hakim (12) bisa mengakhiri keberhasilan mencuri bola dengan penempatan di pojok kiri gawang STIE BP.

Di menit ke-24, Arie (21) secara mudah di depan gawang mendorong masuk operan deras Muhammad Khalis Furqoni (28) dari luar lingkaran. Semenit berselang, giliran Khalis (28) yang mencetak gol buat UIN Jakarta. Tembakannya dari sayap kanan tak bisa ditahan kiper BP.

Momen yang juga krusial terjadi di menit ke-26 yang menunjukkan rasa frustrasi STIE BP. Setelah aksi luar biasa kiper UIN, Rizal Asy’ari (2) membuat serangkaian penyelamatan beruntun, pemain STIE BP, Yusro Fadila (10) diusir wasit karena menyikut Haviz Zein (3). Cukup menyejukkan ketika Yusro menerima keputusan wasit tanpa protes sedikit pun.

Kelebihan jumlah pemain ini dimanfaatkan UIN Jkt untuk memperbesar keunggulan melalui Haviz (3). STIE BP lalu bisa memperkecil ketertinggalan melalui Abdul Rachim (11) lewat power play di menit ke-29. Fokus BP kepada serangan membuat pertahanan mereka rapuh.

Haviz (3) mencetak gol keduanya di menit ke-31 untuk mengubah skor menjadi 6-2. Dua menit kemudian, Rizal  Asy’ari (2) memuncaki kiprah tangguhnya di bawah mistar UIN Jakarta dengan gol ke gawang kosong karena power play STIE BP.

Juara bertahan besutan Eka Sanjaya mampu mempersempit ketertinggalan melalui penalti Febrian Akbar Wijaya (14) di menit ke-36, tapi UIN semakin di atas angin dengan gol kedelapan via hattrick Haviz (3) berkat assist Khalis (28) di menit ke-37.

Usaha STIE BP berbuah gol keempat via tembakan Abdul Rachim (11), hattrick-nya di laga ini, dari luar lingkaran. Namun, gol itu menjadi yang terakhir di final luar biasa ini. UIN Jakarta merebut gelar dengan kemenangan 8-4.

Selamat, UIN Jakarta!

“Alhamdulillah kami dapat meraih juara di LIMA Nationals tahun ini. Anak-anak bisa memaksimalkan pertandingan terakhir ini dengan baik. Insya Allah kami akan mempersiapkan diri untuk musim depan dan pemain tidak tinggi hati tahun depan,” ucap Syaifullah Nur, pelatih UIN Jakarta.

Unpad Ketiga, Incar Juara Tahun Depan

Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung mengakhiri perjalanan di LIMA Futsal Nationals 2018 dengan peringkat ketiga. Dalam perebutan trofi ketiga itu, Unpad mengalahkan Univ. Negeri Surabaya (Unesa) dengan keunggulan tipis pada Minggu (16/12).

Kedua kubu sudah bertemu di penyisihan grup. Di laga terakhir Pul Masa, kedua tim bermain imbang sehingga bisa sama-sama lolos ke empat besar. Namun, mereka kalah di semifinal pada Sabtu (15/12).

Unesa, runner-up Pul Masa, bisa memimpin lebih dulu. Di menit kedelapan, Alex Hidayatullah (20) secara mudah  menyarangkan bola setelah aksi individual Mochammad Onny Zulkarnain (9) di sayap kiri. Juara EJC Surabaya ini bisa mempertahankan keunggulan sampai akhir babak pertama.

Geliat Unpad mulai berbuah di menit ke-24. Setelah bertukar operan dengan Yosafat Dicky Eka Darmawan (11), Muhammad Taufik Ramadhan (12) menyelesaikan serangan yang ia bangun.

Empat menit kemudian, Unpad asuhan Haris Oskar berbalik unggul. Mochamad Lathief Septiana (19) menyelesaikan assist dan aksi menawan Muhammad Nur Apipi (9) di sayap kiri.

Unesa asuhan I Dewa Made Aryananda langsung bereaksi. Tembakan bebas keras Onny (9) bersarang di pojok kiri gawang Unpad.

Jawara Jawa Barat itu kembali memimpin juga melalui tendangan bebas. Eksekusi Faza Julio Anshory (6) tak dapat dibendung Unesa. Unpad bisa menjaga keunggulan 3-2 itu hingga akhir laga di GOR STTD ini.

“Pertandingan yang ketat karena kedua tim saling serang. Alhamdulillah kami dapat memaksimalkan peluang hingga berbuah gol. Kondisi dan permainan anak-anak yang menurun mungkin karena kelelahan dan mental yang turun akibat pertandingan kemarin. Harapan saya untuk musim depan adalah target juara nasional karena banyak pemain yang masih bertahan musim depan,” ujar Oskar Haris, pelatih Unpad.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Futsal