Connect with us

Other Sports

Pentingnya Berdiam Diri di Rumah

Hashtag #dirumahaja cukup viral karena imbauan pemerintah untuk melakukan aktivitas di rumah dan meminimalkan kegiatan di luar ruangan. Berdiam diri di rumah merupakan salah satu langkah utama dalam menekan penyebarluasan Coronavirus Disease (Covid-19). Berikut beberapa alasan, yang disarikan dari berbagai sumber, mengapa berdiam diri di rumah menjadi hal yang penting.

1. Tinggal di rumah akan membantu mengendalikan penyebaran virus ke komunitas yang lebih luas.

Sangat penting bagi individu, dengan gejala yang mungkin disebabkan oleh virus corona, dan keluarganya untuk tetap berada di rumah. Mereka yang memiliki gejala terinfeksi virus corona harus tinggal di rumah selama tujuh hari setelah timbulnya gejala. Hal itu akan mengurangi risiko agar tidak menulari orang lain.

Jika orang tersebut tinggal bersama orang lain, maka anggota keluarga harus tinggal di rumah dan tidak meninggalkan rumah Anda selama 14 hari. Jika memungkinkan, orang tersebut juga tidak boleh keluar bahkan untuk membeli makanan atau kebutuhan pokok lainnya, kecuali berolahraga, dan dalam hal itu pada jarak yang aman dengan orang lain. Periode 14 hari dimulai dari hari ketika orang pertama orang tersebut sakit.

2. Jika memungkinkan, Anda harus melakukan apa yang Anda bisa untuk membatasi kontak sosial ketika meninggalkan rumah untuk mendapatkan persediaan makanan.

Jika persediaan bahan pokok di rumah sudah habis, Anda bisa pergi ke pasar atau supermarket untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Akan tetapi, selama berada di luar rumah, pastikan untuk membatasi kontak fisik dengan orang lain, minimal berjarak satu meter.

3. Penyakit yang ditularkan oleh droplet membutuhkan kedekatan tertentu dengan orang lain. Maka, distancing akan mengurangi penularan.

Social distancing dirancang untuk mengurangi interaksi antara orang-orang dalam komunitas yang lebih luas, di mana individu mungkin sudah tertular, tetapi belum teridentifikasi sehingga belum diisolasi.

Saat ini, World Health Organization (WHO), atau Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi menganjurkan untuk mengganti penggunaan kata social distancing (jarak sosial), menjadi physical distancing (jarak fisik). Physical distancing merupakan cara kita mengurangi kontak fisik dengan orang lain, mengurangi kontak fisik dengan benda yang kemungkinan terpapar, mengurangi kemungkinan menulari dan tertular, serta mengurangi penyebaran penyakit.

Hal itu bertujuan untuk menjernihkan pemahaman bahwa perintah untuk tetap di rumah selama wabah Covid-19 bukan tentang memutuskan kontak dengan orang-orang di sekitar, melainkan menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tersebut tidak menyebar.

5. Menghindari kontak dengan orang lain dan mengunjungi fasilitas medis.

Menghindari kontak dengan orang lain sangat penting karena penyebaran virus berasal dari droplet ketika seseorang batuk atau bersin. Jika sakit, mengunjungi fasilitas medis atau rumah sakit lebih efektif dan membantu melindungi Anda dan orang lain dari kemungkinan penularan Covid-19 dan virus lainnya.

Sumber-sumber:
https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
https://www.gov.uk/government/publications/covid-19-stay-at-home-guidance/stay-at-home-guidance-for-households-with-possible-coronavirus-covid-19-infection
Wilder-Smith, A. & Freedman D.O. (2020). Isolation, Quarantine, Social Distancing and Community Containment: Pivotal Role for Old-style Public Health Measures in the Novel Coronavirus (2019-nCoV) Outbreak. Journal of Travel Medicine. 1-4.)
https://mediaindonesia.com/read/detail/298352-who-usulkan-ubah-frasa-social-distancing-jadi-physical-distanding

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Other Sports