Connect with us

LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC Season 7

Pengalaman dan Rebound Perbanas Taklukkan Uncen

Pebanas Institute Jakarta dan Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura terlibat dalam duel seru dalam lanjutan kompetisi Pul B LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2019. Dalam laga di Sports Center Universitas Pelita Harapan Banten pada Jumat (26/7), Perbanas memanfaatkan kelebihan jam terbang dan postur sebagian pemainnya untuk mengukir kemenangan 63-37.

Di pertandingan sebelumnya yang merupakan laga pertamanya musim ini, Perbanas mengalahkan Universitas Tarumanagara. Uncen sudah dua kali tampil, dengan hasil sekali kalah (dari Universitas Esa Unggul) dan sekali menang (atas Universitas Budi Luhur). Hasil laga ini sangat mungkin akan memengaruhi kepastian salah satu tim lolos ke semifinal.

Setelah hasil mengesankan atas UBL, Uncen segera menggebrak dengan dua angka di laga ini. Namun, Perbanas menunjukkan kapasitas dengan lesatan 11 poin beruntun.  Setelah time-out, Uncen perlahan mulai menemukan ritme permainan yang mereka inginkan sehingga dapat mencetak delapan poin.

Namun, Perbanas bisa menjaga ketenangan dan menambah sembilan angka lagi. Uncen, tim debutan musim ini, menutup kuarter pertama yang seru ini dengan dua poin. Kuarter pembuka berakhir dengan skor 26-14 untuk Perbanas. Rebound menjadi salah satu kelebihan mencolok Perbanas di kuarter ini. Mereka membuat total 15 rebound, sedangkan Uncen hanya enam bola pantul.

Tempo permainan semakin meningkat memasuki kuarter kedua. Uncen lebih produktif di lima menit pertama kuarter ini dengan mencetak enam poin. Perbanas baru bisa menambah angka saat periode ini memasuki menit keempat. Akan tetapi, dua poin itu mengawali delapan poin susulan. Uncen hanya bisa membuat dua poin tambahan. Saat jeda antarparuh duel, skor 36-20, masih untuk keunggulan Perbanas. Hingga halftime, student-athlete Perbanas, Muhammad Ariel Febri Setiawan, mengukir 10 poin. Argus Sanyudy menyumbangkan 10 rebound buat Perbanas. Semifinalis GJC musim lalu ini menghasilkan total 27 rebound (14 di antaranya rebound ofensif) di dua kuarter pertama.

Memasuki kuarter ketiga, Uncen menaikkan tekanan dengan full court press. Hasilnya adalah sembilan poin di lima menit pertama kuarter ini, sedangkan Perbanas hanya menambah lima angka. Akan tetapi, Perbanas bisa bangkit lagi di lima menit berikutnya. Perbanas menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 52-30.

Bagian pertama kuarter keempat menampilkan adu pertahanan. Perbanas mencetak lima poin, Uncen tiga poin. Perbanas akhirnya mampu memperlebar jarak keunggulan untuk menang 63-37 atas Uncen.

Tiga student-athlete Perbanas menorehkan dua digit angka. Agus Sanyudy menjadi pencetak rebound terbanyak dengan 12 rebound. Perbanas menghasilkan total 51 rebound, berbanding 29 yang dihasilkan Uncen di pertandingan ini.

Pencetak angka terbanyak di laga ini adalah student-athlete Uncen, Jose Boray. Namun, sumbangan 15 poinnya tak berhasil memberikan kemenangan kedua buat tim kampus asal Papua itu.

Dengan kemenangan kedua dari dua laga ini, Perbanas naik ke puncak klasemen Pul B, diikuti UEU yang juga telah membukukan dua kemenangan dari dua pertandingan. Peluang Perbanas ke semifinal semakin terbuka. Dengan kekalahan kedua ini, kans Uncen ke empat besar mengecil.

Meski menang atas Uncen, pelatih Perbanas mengutarakan kekagumannya terhadap tim debutan tersebut. “Pertandingan tadi bagus sekali. Seru. Perjuangan luar biasa diperlihatkan lawan dari tempat jauh. Permainan mereka cepat. Kami bisa belajar dari karakter pebasket dari wilayah timur. Permainan mereka transisi terus-menerus. Mereka memiliki tim yang bagus. Akan tetapi, kami cepat mengantisipasi untuk menghentikan transisi permainan mereka. Kami pun mempelajari Uncen dari permainan sebelumnya saat melawan UEU dan UBL. Kami belajar untuk memperbaiki,” kata Rahmad Hidayat, pelatih Perbanas.

Sementara itu, Uncen masih optimistis untuk menang. Pelatih Uncen, Yoppi France Giay, berhadap UBL bisa mengalahkan Perbanas. Jika UBL bisa menang, maka masih ada kesempatan bagi tim Uncen untuk masuk semifinal. “Kami kalah tapi tidak secara mudah. Kami sudah berjuang,” kata Yoppi. Sang pelatiih Uncen juga menyebut bahwa tim membutuhkan Boray. “Ia kapten yang bagus,” ucap Yoppi.

Pemain Uncen bernomor punggung 10, Jose Boray, adalah pemimpin di tim kampus asal Jayapura itu. Sang kapten tim menganggap timnya bisa menarik pelajaran dari pengalaman pertama mereka di LIMA Basketball ini. “Harus diakui bahwa pemain Perbanas jago-jago. Namun, kami tidak berkecil hati. Masih ada tahun depan untuk mencoba lagi. Saya masih semangat. Tinggalkan saja yang lalu, kemudian mulai yang baru. Kami harus membangun kembali tim kami. Walau kami dari Timur, tapi tim-tim besar menganggap kami kuda hitam yang tidak mudah dikalahkan,” ujar Boray penuh semangat.

Perbanas bisa memastikan tempat di empat besar bila menang atas UBL pada Minggu (28/7). Uncen akan melakoni partai terakhir mereka melawan Universitas Tarumanagara pada hari yang sama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A GJC Season 7