Connect with us

News

Pelajar Atau Mahasiswa yang Mampu Mengharumkan Indonesia di Mancanegara

Berjuang untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia bukan lagi membela tanah air dengan peperangan dan menggunakan senjata. Melainkan, bagaimana kamu harus bisa mengharumkan nama bangsa-mu dengan cara-mu sendiri. Di bidang apapun, baik itu sains, teknologi, olahraga, seni, atau karya apapun yang bisa terdengar hingga mancanegara.

Belum lama, atlet badminton Indonesia mengharumkan nama bangsa lewat raihan medali emas di pertandingan olimpiade Tokyo 2020, yakni Greysia Polii dan Aprilia Rahayu pasangan ganda putri yang mampu mengalahkan atlet badminton China di partai final olimpiade Tokyo 2020.

Bukan hanya mereka, lho yang mampu mengharumkan nama bangsa. Para pelajar atau mahasiswa Indonesia juga pernah mengharumkan nama bangsa di berbagai bidang, berikut hasil deretannya.

  1. Maria Patricia Inggriani

Maria Patricia Inggriani yang bersekolah di SMA Kharisma Bangsa berhasil membawa pulang medali emas di kompetisi International Biology Olympiad (IBO) di Aarhus, Denmark, 12-19 Juli tahun 2015. Kompetisi IBO merupakan ajang lomba yang rutin diadakan setiap tahun. Di sana, para siswa yang mengikuti kompetisi ini akan menjalani tes praktikum dan teori di bidang Biologi.

Terdapat empat topik yang harus mereka selesaikan dalam tes praktikum selama 90 menit yakni tentang Mikrobiologi dan Biologi Molekuler; Anatomi, Sistematik dan Evolusi Tumbuhan; Morfologi dan Fungsional Hewan serta Biokimia.

  1. Wilson Gomarga

Pelajar SMA IPEKA, Wilson Gomarga, berhasil membawa pulang medali emas pada kompetisi International Biology Olympiad (IBO) ke-27 di Hanoi, Vietnam, pada 16-23 Juli 2016. Wilson menyingkirkan 253 peserta dari 68 negara.

Awalnya, kiprah Wilson di ajang internasional berawal dari keikutsertaannya pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-14 di Yogyakarta. Wilson berhasil membawa pulang medali emas untuk bidang studi yang sama dan mendapat nilai praktek dan teori tertinggi.

  1. Yasinta Suci Linggasari

Mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair),  Yasinta Suci Linggasari meraih penghargaan The Best Entrepreneurial Idea dalam acara Youth on Entrepreneurship Program yang diadakan di Malaysia – Singapura pada 5-7 Agustus 2018.

Yasinta membuat sesuatu yang berbeda yaitu mencetak foto dari platform printing. Yang artinya customer bisa memilih desain tema dan konsep 2D atau 3D yang mereka sukai. Beberapa tema yang tersedia antara lain, tema ulang tahun, anniversary, summer, zoo, menyesuaikan foto yang ada.

Yasinta mengatakan bahwa idenya berawal dari latar belakang setiap orang yang menyukai foto untuk mengabadikan momen penting mereka tetapi tidak untuk di simpan dalam flashdisk atau hardisk saja. Kemudian dia mulai menjajaki kecanggihan teknologi dan membuat dunia bisnisnya berubah.

  1. Adriana Viola Miranda

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) berhasil menjuarai kompetisi internasional bertajuk MIT COVID-19 Challenge: Latin America vs COVID-19. Adriana tergabung dalam tim yang menciptakan AMIGO.

Menggunakan machine learning, alat tersebut dapat menjadi teman bagi pasien dengan mengirimkan pesan-pesan untuk memantau gejala, konsumsi obat, serta membantu penjadwalan konsultasi ke rumah sakit.  Adriana menjadi satu-satunya mahasiswa dari Indonesia di dalam tim AMIGO, bersama dengan anggota lain dari berbagai negara, yaitu Chili, Brasil, Argentina, Sri Lanka, dan Amerika Serikat.

  1. Angelica Hitijahubessy dan Fiodory Leuwol

dua pelajar asal Kota Ambon, Angelica Hitijahubessy dan Fiodory Leuwol, mengukir prestasi di kancah internasional dalam ajang International Conference of Young Social Scientist (ICYSS) 2020. Dua pelajar tersebut saat ini tengah menempuh pendidikan menengah pertama di Sekolah GenIUS.

Mereka berhasil meraih juara Harapan II di bidang psikologi, dengan penelitian berjudul “Mikaniki’s Effect in Improving Cognitive Pattern Recognition.” Pada 2019, dengan penelitian yang sama, Angelica dan Fiodory berhasil menjadi juara satu lomba peneliti Belia Papua 2019 dan menjadi partisipan di Lomba Peneliti Belia Nasional 2019.

Ketua Komite Sekolah GenIUS, Edwin Matatula, mengatakan Mikaniki berfokus pada penggunaan pola dan angka sebagai simbol, dan memiliki jalan cerita yang menarik. Pada penelitian ini, Mikaniki digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam pengenalan pola.

Berdasarkan penelitian, permainan ini mampu meningkatkan kemampuan kognitif pengenalan pola siswa SD dari Indonesia timur hingga 37,4 persen. Kendati demikian, masih ada batasan dari penelitian ini yang akan terus dikaji lebih lanjut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in News