Connect with us

LIMA Basketball

Nostalgia Abraham Wenas di LIMA Basketball

Liga Mahasiswa (LIMA) menjadi wadah yang tepat untuk pengembangan kemampuan nonakademik seorang mahasiswa. Tidak sedikit dari mahasiswa yang pernah bermain di LIMA saat ini telah menjadi atlet profesional. Salah satunya adalah Abraham Reonaldi Wenas, pemain basket yang baru saja mengumumkan kepindahannya ke Bali United Basketball Club di Indonesian Basketball League (IBL).

Sebelum bermain di level profesional seperti IBL, Abraham Wenas pernah menjadi mahasiswa dan bermain untuk kampusnya di LIMA Basketball, yakni Universitas Esa Unggul (UEU) Jakarta. Sejak bermain di LIMA Basketball hingga di IBL, Abraham Wenas tetaplah konsisten untuk mengisi posisi Point Guard.

Selama tiga musim membela UEU di LIMA Basketball, ia mampu memberikan dua gelar kepada kampusnya yaitu pada LIMA Basketball Greater Jakarta Conference Season 3 dan 5. Namun, selama tiga musim juga, ia belum berhasil memberikan gelar LIMA Basketball Nationals kepada kampusnya. Bahkan, di musim terakhirnya berseragam UEU, ia tidak bisa mengantarkan UEU ke tiga besar LIMA Basketball Nationals.

Akan tetapi, ia sangat senang bisa bermain dengan menggunakan seragam UEU di LIMA Basketball. Selama tiga musim ia membela kampusnya, ia memiliki banyak sekali kenangan yang tidak bisa ia lupakan.

“Pertandingan yang sangat membekas di dalam ingatan saya adalah pertandingan pertama saya di LIMA Basketball Nationals bersama UEU. Kala itu, UEU melawan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan di game pertama itu juga saya mengalami cedera ankle,” ucap Abraham dalam wawancara.

“Hal yang paling saya rindukan adalah latihan bersama teman-teman dari tim basket UEU, terutama Pondra Purnawan karena ia merupakan teman saya sejak Sekolah Menengah Atas (SMA). Saya juga rindu dengan momen-momen di mana kami harus menunggu di kantin hingga malam hari karena hujan deras turun setelah kita latihan. Tidak hanya itu, saya sangat senang latihan bersama kawan-kawan tim basket UEU di malam hari karena kami ditemani oleh angsa-angsa di kampus yang di mana angsa merupakan julukan tim UEU,” tambahnya.

Di akhir wawancara, ia mengatakan bahwa ia berterima kasih kepada dirinya pada tahun 2014-2017. Hal tersebut ia ucapkan lantaran ia bisa menjadi sekarang ini lantaran dirinya berjuang keras dahulunya.

“Terima kasih telah berjuang dan kuat untuk bisa tetap menjalani kuliah dan basket secara beriringan. Memang perjalanan tersebut tidaklah mudah. Akan tetapi, tanpa hal tersebut, saya tidak bisa menjadi Abraham Wenas yang seperti sekarang,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in LIMA Basketball