Connect with us

LIMA Badminton: Blibli.com WJC Season 8

Nafilah: Physical Distanding Sangat Penting

Mewabahnya Coronavirus Disease (Covid-19) memaksa banyak kegiatan terhenti atau tertunda, salah satunya karena keharusan menerapkan physical distancing dan berada di rumah saja. Namun, ada banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di rumah. Apa yang dilakukan student athlete Liga Mahasiswa dalam situasi ini?

Nafilah Mayyasya merupakan student athlete badminton Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung. Pebulutangkis ini merasa bahwa student athlete memiliki kelebihan tersendiri dalam keharusan physical distancing ini. Ia berpendapat bahwa physical distancing penting saat mewabahnya Coronavirus Disease (Covid-19).

“Menurut saya penting sekali mengikuti aturan pemerintah soal physical distancing. Toh, meski di rumah, kuliah dan olahraga tetap saya jalani. Saya juga jadi lebih dekat dengan keluarga dan lebih sadar diri dalam menjaga lingkungan.”

Nafilah berpikir bahwa di rumah pun ia masih bisa kuliah, olahraga, atau bahkan membersihkan rumah. Kuliah online tetap berjalan sama seperti jam kuliah, hanya berbeda tempat. Meski materi yang disampaikan tidak seefisien jika bertatap muka langsung, student athlete kelahiran Bandung ini merasa lebih produktif karena tidak keluar untuk berkumpul bersama teman-temannya. Di rumah, Nafilah juga masih berolahraga, membersihkan rumah, dan menjalani bisnis online.

Kesempatan untuk berada di rumah tidak membuatnya bermalas-malasan. Apalagi, ia merupakan student athlete. Menurutnya, student athlete memiliki kelebihan dibandingkan kebanyakan orang lain. Nafilah berkata, “Tidak semua mahasiswa memiliki keahlian khusus. Oleh karena itu, jika bisa mengimbangi prestasi akademik dan nonakademik, berarti student athlete memiliki nilai lebih dari orang lain.”

Ia berpendapat bahwa kesulitan awal seorang student athlete adalah membagi waktu. Namun, semakin lama student athlete akan menyesuaikan diri. Yang penting adalah bisa mengatur waktu dengan baik.

Nafilah sendiri sudah tiga kali berpartisipasi di kompetisi LIMA. Partisipasinya di LIMA adalah karena ia ingin meraih prestasi dari hobi yang dia minati. Meski merasa kemampuannya berada di bawah yang lain, ia tetap meningkatkan semangat dan mengambil pelajaran dari student athlete yang lain. “Saya terinspirasi untuk bisa bermain seperti para juara di LIMA,” ujarnya.

“Saya senang bisa melihat kemampuan dari student athlete dari kampus lain. Di LIMA banyak student athlete berkualitas yang saling bersaing. Hal itu bisa menjadi motivasi agar bisa menjadi yang terbaik juga,” tambah Nafilah.

Student athlete jurusan Bahasa dan Sastra Inggris yang ingin menjadi ahli bahasa ini berharap pengalaman di LIMA bisa berdampak untuk masa depannya. Ia akan tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in LIMA Badminton: Blibli.com WJC Season 8