Connect with us

Featured

Nadila: Ingin Jadi Pemain Pro Untuk Banggakan Orang Tua

Nadila, student-athlete AMIK Bina Sriwijaya yang ingin menjadi pemain profesional sekaligus psikolog yang bisa membantu orang lain. Partisipasi di kompetisi LIMA ia tujukan agar ia bisa meningkatkan kemampuannya.

Mahasiswi asli Palembang ini tidak hanya ingin berolahraga tanpa memiliki prestasi. Ia ingin beprestasi sehingga nantinya bisa mencapai impian menjadi pemain pro. “Saya ingin membanggakan orang tua saya dengan menjadi pemain profesional. Di kompetisi LIMA ini, saya bisa menambah pengalaman dan jam terbang untuk mencapai keinginan tersebut. Selain itu, kemampuan saya juga bisa terlihat oleh orang lain karena LIMA menyediakan live streaming,” ujarnya.

Nadila merasa bahwa kemampuannya masih kurang mumpuni untuk bisa ke jenjang selanjutnya. Oleh karena itu, ia terus belajar dan mengasah kemampuannya lewat kompetisi, salah satunya LIMA Futsal: Sumatra Conference Season 7 ini.

Keinginannya menjadi pemain pro adalah untuk membanggakan orang tua. Kedua orang tua Nadila sangat mendukung sang putri untuk menggeeluti dunia futsal. Ayah Nadila dulu juga menyukai olahraga ini. Oleh karena itu, ia terus mencoba memberikan performa terbaiknya di setiap kompetisi. Student-atllete berusia 20 tahun ini ingin meraih prestasi sebanyak-banyaknya agar langkahnya menuju ke pemain profesional dapat terbuka lebar.

Di sisi lain, selain menjadi atlet, Nadila merupakan mahasiswi jurusan psikologi. Ia memilih jurusan tersebut karena ia berpikir bahwa psikologi merupakan hal yang menarik. Meski sulit, ia tetap berusaha untuk mempelajarinya. Selain menjadi pemain pro, Nadila juga ingin masuk ke HRD sebuah perusahaaan. Ia juga ingin membantu orang-orang yang berkebutuhan khusus dengan ilmu psikologi yang ia miliki. Nadila ingin menjadi seseorang yang bisa memotivasi orang lain.

Student-athlete yang ingin melanjutkan kuliah ke jenjang S2 ini juga mengaku bahwa ia mungkin tidak selamanya berkarier di futsal. Ia mengatakan, “Di dunia olahraga selalu ada batasan umur. Oleh karena itu, kalau saya sudah tidak bisa bermain futsal, saya masih memiliki pegangan akademik.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Featured