Connect with us

CAMPUS LIFE

Memakan Korban! Sejarah Kelam Mengenai Ospek yang Terjadi di Indonesia

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) merupakan pengenalan budaya serta segala aktivitas dan sebagai salah satu cara untuk menyambut para mahasiswa baru. Ospek yang terjadi belakangan ini, suatu hal yang menyeramkan karena akan dimarahi, dikerjai, bahkan penghinaan oleh kakak tingkat di kampus sering terjadi saat Ospek.

Sejarah Ospek di Indonesia, sebenarnya sudah ada sejak tahun 1900-an ketika Belanda menjajah Indonesia. Pada tahun 1924, ketika masuk ke Stovia atau Sekolah Dokter Bumiputera. Saat itu, Ospek sendiri bernama ontgroening yang berarti hijau (groen) dalam bahasa Belanda untuk mengumpamakan para murid baru.

Sejarah kelam di Indonesia selain penjajahan dan pembantaian yang pernah terjadi adalah perpeloncoan. Seakan penindasan di negeri ini tidak akan pernah usai. Ospek yang terjadi saat ini kebanyakan hanya menjadikan mahasiswa baru itu bahan mainan serta alat balas dendam karena turun temurun sudah terjadi perpeloncoan sebelumnya.

Berikut kasus-kasus kejam mengenai perpeloncoan yang terjadi saat Ospek di Indonesia.

  1. Opsek Minum Ludah di Universitas Khairun, Ternate

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) di Universitas Khairun Ternate, Maluku Utara, kembali mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Mahasiswa baru disuruh meminum ludah dan berjalan jongkok.

Maba di Universitas Khairun saat itu satu persatu minum air yang sudah disediakan panitia orientasi di dalam gelas air mineral, setelah itu peserta disuruh meludah kembali ke dalam gelas tersebut. Hal itu dilakukan peserta orientasi secara bergiliran di dalam sebuah ruangan. Terlihat, hampir sebagian besar mahasiswi ragu-ragu untuk meminumnya, namun tetap saja mereka lakukan.

Rektor Unkhair Ternate, Husen Alting, mengatakan masa orientasi itu dilakukan pada Fakultas Perikanan dan Kelautan, yang dilaksanakan 29 Agustus 2019. Dalam hasil pemeriksaan, empat mahasiswa senior ditetapkan sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam kejadian itu. Mereka di antaranya berinisial FSMA, AE, LM dan NSF dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan.

  1. Mahasiswa IPDN Tewas Saat Kegiatan Orientasi

Kejadian nahas saat orientasi mahasiswa atau ospek, juga pernah terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada jumat (25/1/2013). Jonoly Untayanadi (25), mahasiswa tingkat tiga kampus IPDN Sulawesi Utara atau Sulut, tewas saat mengikuti proses kegiatan orientasi. Korban merupakan mahasiswa pindahan dari IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Dari keterangan kerabat korban, Anton Jabarmase, Jonoly sebelumnya sering keluar masuk rumah sakit akibat disiksa para seniornya.

Korban tewas karena kehabisan napas saat melewati rintangan air dan lumpur. Nyawanya tidak tertolong lagi saat dibawa lari ke rumah sakit. Sementara itu, pihak IPDN mengatakan praja muda ini tewas akibat terperosok saat melewati kolam sedalam dua meter.

  1. Ospek Dengan Kekerasan di Universitas Hasanuddin

Kejadian memilukan berikutnya saat ospek juga terjadi pada seorang maba di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Harian Kompas, Rabu (21/8/1996) memberitakan, aksi kekerasan ini menyebabkan Heriyanto (19), Maba Diploma III Jurusan Kesekretariatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas luka-luka. Akibatnya, dia menderita luka berat di bagian kepala dan mendapat tiga jahitan.

Menurut Heriyanto, kejadiannya bermula saat dia akan mengembalikan biodata ke fakultas. “Untuk sampai ke ruang pengembalian formulir dan biodata, kami harus melewati beberapa pos yang dijaga sedikitnya sepuluh senior,” ujarnya.

Di tiap tempat itu, dia menerima perlakuan buruk dari hampir semua senior. Ada yang menendang dengan sepatu, menampar, mendorong, dan sebagainya. “Caranya yang keras dan kasar mengakibatkan gunting melukai kepala saya ketika rambut saya akan dipotong. Anehnya, sebelum dibawa ke rumah sakit mereka lebih dahulu mencuci baju saya yang penuh darah dan menggantinya dengan baju yang lain,” jelas Heriyanto.

  1. Maba ITN Malang Dipaksa Berhubungan Intim 

Ospek yang tidak manusiawi juga dialami sama para maba Institut Teknologi nasional (ITN) Malang saat orientasi Kemah Bakti Desa (KBD) pada 13 Oktober 2013 lalu. Mirisnya, ospek tersebut juga merenggut nyawa salah satu maba bernama Fikri Dolasmantya Surya.

Seorang saksi yang juga mengikuti Ospek ITN bersama Fikri itu menceritakan hingga kini dia dan teman-teman seangkatannya masih ingat perlakuan kasar panitia para seniornya. “Peserta diinjak-injak saat disuruh push-up. Lalu dipukul pakai sandal dan benda lainnya yang dipegang panitia. Ada teman lainnya yang disuruh berhubungan layaknya suami istri,” kata saksi yang berinisal J dikutip dari Kompas.com, (10/12/2013).

Namun, kata J permintaan hubungan suami istri itu bukan dilakukan antara laki dan perempuan. “Tetapi, antara sesama laki-laki. Bukan perempuan dan laki-laki,” ujarnya. Aksi brutal lainnya yang dilakukan panitia Ospek ITN adalah adanya beberapa mahasiswi yang disiram air bawang hingga mata mereka melepuh.

  1. Taruna STIP Marunda Dianiaya Hingga Tewas

Kasus tewasnya taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Dimas Dikita Handoko (19), rupanya hanya dipicu masalah sepele. Dimas yangmerupakan taruna tingkat pertama sekolah pelayaran tersebut dinilai tidak kompak serta tak respek jika berhadapan dengan para seniornya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Daddy Hartadi mengungkapkan, para pelaku mengaku ditegur oleh taruna semester IV yang menyebut bahwa korban tidak respek dan tidak kompak.

Peristiwa itu dibenarkan pihak kepolisian Polres Jakarta Utara. Bermula ketika salah satu dari empat senior tersebut mengumpulkan junior setelah mereka selesai latihan drum band, sekitar pukul 22.00 WIB.

Enam taruna STIP tingkat satu akhirnya mengikuti perintah empat seniornya itu. Mereka berkumpul di lantai 2, kamar M-205. Sampainya di lokasi, satu per satu para senior menganiaya taruna tingkat satu itu dengan tangan kosong.

Namun, ketika pukulan terakhir dilayangkan WS, tiba-tiba Amirullah pingsan dan ambruk ke dada seniornya itu. Panik melihat kejadian itu, para senior langsung membaringkan Amirullah di tempat tidur. Empat senior tersebut lalu menghubungi seniornya di tingkat 4 dan langsung dilanjutkan ke pembina dan piket medis STIP untuk memeriksa kondisi korban. Saat itu korban sudah tidak bernyawa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in CAMPUS LIFE