Connect with us

Basketball

ITS Sukses Keluar dari Tekanan Unesa

Poin penuh ITS  didapat usai melawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berakhir dengan skor 49-33. Jumat (3/8).

Kemenangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kemarin berlanjut di hari keempat LIMA Basketball: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018, Jumat (3/8). ITS mampu menekuk lawan dalam laga keduanya. Poin penuh ITS  didapat usai melawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berakhir dengan skor 49-33.

Lagi-lagi, ITS sukses membungkam lawannya di babak lanjutan penyisihan Pul C ini. Pemain ITS bernomor punggung 13, Ikram Fadhil, mencetak skor terbanyak di kuarter pertama ini. ITS memimpin dengan skor 10-3 hingga akhir kuarter pertama.

Di kuarter kedua, ITS masih memimpin. Selisih delapan dari ITS angka memaksa Unesa untuk bangkit. Skor sementara 13-5 masih untuk keunggulan tim asuhan Madya Firman itu. Tak kuasa membalas, Unesa belum mampu mencetak poin tambahan. Terpaut 11 angka dari ITS mengubah skor sementara di kuarter kedua menjadi 18-7.

Tembakan three point dari ITS mengawali kuarter ketiga. Lawan hanya mengoleksi poin hasil free throw dari Budi Utomo (nomor punggung 6). Dalam lima menit pertama, ITS masih unggul dengan skor 30-9. Tim yang dipimpin oleh I Gusti Agung Putu Eky Primantara (nomor punggung 26), ini mampu mencetak lima poin di tengah tembakan free throw. Selisih 21 angka, menjadi akhir dari kuarter ketiga dengan skor 35-14 unggul ITS.

Permainan semakin sengit, kedua tim berhasil menambahkan poin dengan produktif. Paruh waktu kuarter keempat menjadi titik bagi Unesa untuk melejit. Namun, ITS masih belum terkalahkan. Tim berkostum hitam itu diuntungkan atas keunggulan pemain asal ITS, Ikram Fadhil (13), yang mencetak poin terbanyak  hingga akhir laga dengan raihan 15 poinnya. Selisih 16 poin menutup pertandingan ini dengan skor 49-33 untuk kemenangan ITS.

“Penampilan kami di pertandingan kedua ini lumayan baik daripada sebelumnya. Namun, saat kuarter ketiga dan keempat, lawan memberikan tekanan saat tim kami mengendur. Hal itu merupakan tugas buat kami untuk pertandingan terakhir melawan Unair. Unair merupakan lawan terberat bagi kami,” Ujar Madya Firman, pelatih Institut Teknologi Sepuluh Nopember, usai laga di GOR Universitas Airlangga, Kampus C, Surabaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Basketball