Connect with us

News

Istilah-Istilah di Dunia Kampus yang Perlu Diketahui oleh Maba

Penerimaan mahasiswa baru (maba) telah dimulai. Tahun ini, dimulai oleh Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021.

Nah, untuk maba, ketika kalian sudah berada di perkuliahan, kalian harus siap dan mengetahui berbagai macam istilah yang akan digunakan dan tidak asing lagi ketika berada di dunia kuliah.

Tetapi, tenang. Kali ini, kita akan memberikan beberapa istilah yang perlu kalian ketahui sebagai maba guna menunjang kegiatan perkuliahan kalian hingga lulus nanti.

  1. KTM

Dimulai dari hal yang paling dasar. Yah, betul, Kartu Tanda Mahasiswa atau biasa disebut KTM. Setiap mahasiswa pasti memiliki ini dan tentunya maba. Jadi, kamu semua jangan pernah menghilangkan ini yah, karena ini sangat berharga dan menjadi kartu untuk semua akses fasilitas kampus seperti perpustakaan.

  1. KRS

Merupakan singkatan dari Kartu Rencana Studi. Dalam perkuliahan, ini merupakan ‘daftar menu’ yang di mana berisi semua mata pelajaran yang ada di jurusanmu. Kamu harus memilih mata kuliah mana saja yang perlu kamu ambil di semester itu.

  1. SKS

Kepanjangan dari Satuan Kredit Semester. Bukan kredit motor atau barang lainnya yah. SKS adalah bobot pendidikan tiap mata kuliah. Bingung? Yuk kita jabarkan.

Pada umumnya, setiap kampus mewajibkan mahasiswanya untuk menempuh bobot pendidikan sebesar 144 SKS. Nah, satu mata kuliah memiliki bobot pendidikan yang berbeda-beda. Ada yang berisikan 1, 2, 3, hingga 6 SKS.

 Jika total SKS di akhir semester pertama sudah mencapai 24 SKS, berarti kamu membutuhkan sebanyak 120 SKS lagi untuk bisa lulus. Biasanya, mahasiswa hanya diperbolehkan mengambil maksimal 24 SKS tiap semesternya.

  1. IP dan IPK

Bukan sesuatu yang ada di komputer ataupun laptop yah. IP yang dimaksud di sini adalah Indeks Prestasi yang memiliki arti sama seperti ketika kamu SMA yaitu nilai akhir semester.

Minimal untuk penilaian IP ini adalah 0 (nol) sedangkan yang tertinggi adalah 4 (empat). Jika ada mahasiswa yang mendapat IP 4 di akhir semester sudah dipastikan bahwa ia mendapat nilai ‘A’ di semua mata kuliahnya.

Nah, yang menjadi perbedaan adalah, penilaian di level kampus adalah dengan menggunakan huruf. Untuk nilai terendahnya, huruf yang dipakai adalah ‘E’ dan ‘A’ adalah yang tertinggi. Namun, di beberapa kampus, terdapat nilai yang menggunakan minus (-) dan plus (+) seperti contoh A+ atau B-.

Sedangkan untuk IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif, adalah nilai rata-rata. Secara teknis, IPK dihitung berdasarkan rata-rata IP yang didapat mahasiswa tiap semester.

  1. SP

Selanjutnya adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk mahasiswa yang mendapatkan IP/IPK rendah atau untuk memperbaiki IP/IPK. Yah, betul, Semester Pendek atau SP.

SP ini adalah perkuliahan yang dilaksanakan di antara semester genap dan ganjil dan ini bersifat opsional yah. Biasanya kegiatan SP ini berdurasi selama 2-3 bulan per satu mata kuliah.

  1. UKM

Berbeda dengan level sekolah yang terdapat ekstrakulikuler, untuk level universitas, terdapat UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa.

  1. KKN

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau biasa yang disebut Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini berlangsung selama jadwal SP dan biasanya diperuntukkan untuk mahasiswa yang sudah kuliah selama satu tahun.

Di acara KKN ini, peserta KKN akan dikirim ke daerah tertentu dan menetap di sana selama sebulan bersama warga lokal di sana. Tetap ingat, ini bukan acara piknik loh yah. Kalian harus melakukan sesuatu yang di mana tujuan kalian di sana adalah untuk membantu kehidupan warga lokal di sana. Akan tetapi, tidak semua kampus memiliki program ini.

  1. PKL

Anak-anak tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pasti tidak asing dengan PKL alias Praktik Kerja Lapangan. Kalian akan bekerja di salah satu perusahaan, kantor, ataupun instansi pemerintah, sebagai upaya untuk memenuhi ketentuan jurusan.

  1. BEM

Di SMA terdapat OSIS sedangkan di kuliah terdapat BEM atau Badan Eksekutif Mahasiswa. BEM ini berada di tingkatan Fakultas dan Universitas. Organisasi ini adalah sebagai penjembatan mahasiswa dengan pihak dekanat ataupun rektorat dalam menyampaikan aspirasinya.

  1. TA

Kata yang terakhir ini memiliki dua konotasi yang berbeda. Pertama adalah ‘Tugas Akhir’, sebutan lain dari skripsi.

Untuk kata yang satunya, terdapat ‘Titip Absen’, sebuah kemampuan yang dimiliki banyak mahasiswa untuk bolos tanpa bolos. Bagaimana bisa? Iya teknik ini sulit dilakukan karena mahasiswa harus memiliki teman yang bersedia mengisikan tanda tangannya di absensi.

Namun, resikonya pun juga sepadan. Jika ketahuan dengan dosen, kamu akan terancam dikeluarkan dari kelas tersebut atau yang lebih parah yaitu namamu akan dicoret dan kamu tidak akan mendapatkan nilai di mata kuliah tersebut.

Nah, itulah beberapa istilah yang perlu maba ketahui mengenai kampus. Tenang saja, kamu akan hapal seiring berjalannya waktu yang kamu habiskan ketika di kampus kok

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in News