Connect with us

LIMA Futsal: Blibli.com WJC Season 7

Inner Strength: Kemenangan Untuk Ayah di Surga

 

Ikbal Nurcahya merupakan student-athlete futsal Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan (STKIP Pasundan) Cimahi, yang ingin mempersembahkan kemenangan untuk ayahnya yang di surga. Dengan kekuatan dalam dirinya, ia menjadi seseorang yang kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Setelah beberapa tahun tidak melaju ke LIMA Futsal Nationals, STKIP Pasundan akhirnya finis di peringkat ketiga LIMA Futsal: Blibli.com West Java Conference Season 7. Ikbal, salah satu pemain yang membawa kampusnya melaju ke Nationals, memiliki motivasi besar dalam hidupnya. Ia ingin mempersembahkan kemenangan demi sang ayah tercinta yang kini sudah tiada.

Ikbal kehilangan ayahnya pada saat yang bersamaan dengan kompetisi LIMA Futsal: Blibli.com West Java Conference musim lalu. Hal itu membuatnya harus pulang dan tidak berpartisipasi saat pertandingan terakhir melawan Universitas Islam Nusantara (Uninus). Sebenarnya, ia sangat ingin membela kampus di laga terakhir tersebut, namun situasi dan kondisi pada saat itu tidak memungkinkan untuknya bisa bermain.

Tahun ini, ia ingin kembali bekerja keras. Ikbal mengatakan, “Dari awal saya terjun ke futsal, keluarga saya belum pernah ada yang menonton. Bahkan sampai ayah saya sudah tiada. Akan tetapi, saya ingin bekerja keras demi almarhum, karena saya ingin membahagiakannya di surga dan ingin melihat almarhum tersenyum. Itu menjadi motivasi terbesar saya selama ini.”

Pada laga perebutan peringkat ketiga LIMA Futsal: Blibli.com West Java Conference, Ikbal bahkan membawa baju yang bertuliskan “Rindu Ayah di Surga”. Student-athlete asal Bandung ini biasanya tidak membawa baju tersebut. Namun, entah mengapa ia ingin membawa baju itu pada laga terakhir ini. Ikbal mengaku bahwa ia merasa ayahnya berada di sana untuk menemaninya bertanding.

Di sisi lain, kapten tim STKIP Pasundan ini juga sempat mengalami cedera di bagian engkel pada laga perebutan peringkat ketiga tersebut. Namun, Ikbal menyampaikan bahwa ia sudah sering terkena cedera.

Meski sudah mengalami berbagai kesulitan, ia tidak ingin menyerah. Mahasiswa tahun 2017 ini berkata, “Tidak ada rasa ingin menyerah sedikit pun dalam benak saya. Demi kampus dan ayah, mau cedera engkel atau berdarah sekalipun, saya tidak akan putus asa.”

Motivasi untuk mempersembahkan kemenangan untuk ayahnya yang telah meninggalkannya, serta untuk membawa nama kampus di kompetisi LIMA, selalu tertanam dalam dirinya. Kekuatan dalam diri Ikbal membuatnya terus bangkit dan bersemangat dalam menghadapi segala kesulitan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in LIMA Futsal: Blibli.com WJC Season 7