Connect with us

Featured

Inner Strength: Jofinka Bangkit Setelah Diragukan

Jofinka Putri Bandini merupakan student-athlete Universitas Surabaya (Ubaya). Saat SMA, ia pernah mengalami cedera ACL (anterior cruciate ligament) dan vakum bertanding basket selama hampir dua tahun. Saat ia ingin bertanding basket lagi, kemampuannya sempat diragukan oleh orang lain. Namun, Jofinka berhasil melewatinya dengan usaha dan kepercayaan diri.

“Saat SMA, saya pernah cedera ACL dan rehat selama enam bulan. Saya baru mulai bertanding lagi setelah masa penyembuhan yang hampir dua tahun,” kata mahasiswi jurusan Hukum ini.

Student-athlete kelahiran Tangerang ini mengaku mentalnya sempat jatuh karena kemampuannya diragukan akibat cedera yang dialami. Ia berkata, “Sebelum cedera, saya merupakan pemain yang cukup bagus. Namun, saat saya ingin terjun ke dunia basket lagi, orang-orang meragukan kemampuan saya. Hal itu sempat membuat saya merasa down.”

“Saya pikir percaya diri saja sudah cukup untuk kembali bertanding basket. Akan tetapi, semuanya tidak sesuai dengan yang saya pikirkan. Saya harus membuat orang lain percaya kembali dengan saya sehingga bisa memberikan saya kesempatan lagi untuk bermain,” tambahnya.

Saat ia berusaha melakukan sesuatu dan gagal, pebasket berusia 18 tahun ini selalu menyalahkan dirinya sendiri. “Saya sempat menyalahkan diri sendiri, karena apa pun yang saya lakukan selalu gagal,” ucap Jofinka.

Jofinka bangkit dan mencoba membangun kepercayaan orang lain kepadanya dengan sikap pantang menyerahnya. Ia mengatakan, “Mengembalikan kepercayaan orang kepada saya merupakan sesuatu yang sulit. Namun, saya menghadapinya dengan sikap percaya diri, mencoba tenang, dan tidak menyalahkan diri sendiri, menjalaninya dengan bersyukur serta tidak pernah mengeluh,” ucapnya.

“Alhamdulillah, saat 2018, salah satu pelatih memberikan saya kesempatan untuk kembali bertanding. Dari kompetisi itu, saya terus ikut kompetisi basket sampai saat ini,” tambah Jofinka.

Selain untuk diri sendiri, mahasiswa baru Ubaya ini bangkit karena ingin membanggakan orang tuanya. “Selain untuk diri sendiri, saya ingin bangkit dan membanggakan orang tua. Mereka mendukung semua yang saya lakukan, tetapi mereka sangat senang saat melihat saya bermain basket,” tutupnya.

Kekuatan di dalam diri Jofinka membuatnya bisa melewati semua kesulitan yang dihadapi. Tidak hanya student-athlete, setiap orang harus memiliki inner strength agar mampu menghadapi segala hambatan yang dialami.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Featured