Connect with us

The A Team

Imbangi Prestasi sebagai Bentuk Tanggung Jawab

Tidak hanya menjadi salah satu tim yang diunggulkan, tim putri Universitas Esa Unggul (UEU) juga memiliki sejumlah student athlete yang cukup bagus secara akademik. Meski memberikan program beasiswa lewat permainan basket, UEU tetap memberlakukan IPK minimal agar mereka bisa bertanggung jawab dan menyeimbangkan prestasi olahraga dan akademiknya.

Di sektor putri, UEU sudah mendapat tiga gelar conference dan tiga gelar Nationals. Mereka satu-satunya tim yang meraih gelar Nationals selama tiga musim berturut.

Setelah mengalami peningkatan dan penurunan pada tiga musim pertama di LIMA. UEU akhirnya meraih gelar pertama pada LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference Season 4. Tidak hanya di fase conference, mereka juga berhasil menjadi juara LIMA Basketball Nationals Season 4.

Gelar di fase conference dan Nationals tersebut mampu dipertahankan oleh tim putri UEU hingga musim kelima. Pada LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference Season 6, tim putri UEU mengalami penurunan dan menempati posisi runner-up. Namun, mereka berhasil bangkit dan merebut gelar LIMA Basketball Nationals Season 6.

Tim putri UEU kembali meraih gelar LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference pada musim ketujuh. Meski mereka mengalami kekalahan pada final LIMA Basketball Nationals Season 7 dan menempati posisi runner-up, prestasi putri UEU sudah mencatat prestasi yang baik selama tujuh tahun berpartisipasi di kompetisi LIMA.

Selain itu, UEU juga membuka perekrutan bagi para siswa yang ingin berkuliah lewat kemampuan bermain basket yang dimiliki. Para pemenang akan mendapatkan beasiswa 100% di UEU hingga lulus kuliah. Meski mendapat beasiswa melalui kemampuan basketnya, para mahasiswa yang lolos juga tetap memiliki tanggung jawab untuk menyeimbangkan pendidikan akademinya karena UEU juga menetapkan IPK minimal.

Para student athlete penerima beasiswa menyatakan pendapatnya tentang pentingnya beasiswa bagi mereka dan bagaimana mereka harus bertanggung jawab terhadap beasiswa tersebut.

Valerie Fradela mengatakan, “Saya merasa punya bakat dalam olahraga. Beasiswa ini sangat membantu saya untuk bisa merasakan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.”

Di sisi lain, salah satu alasan Putu Tiana Widiastari tertarik untuk mendapatkan beasiswa ini karena melihat prestasi UEU di Liga Mahasiswa yang bagus. “Sebelumnya, saya melihat UEU juara LIMA Nationals. Jadi, tertarik main basket di sana, ditambah lagi UEU juga membuka beasiswa 100%. Jadi, bisa meringankan beban orang tua juga,” ujarnya.

Pelatih UEU yang merupakan salah satu seseorang yang penting dalam memilih pemain yang mendapat beasiswa, Parna Abrizalt Hasiholan, mengungkapkan apa saja kriteria yang menjadi pertimbangan. Ia mengatakan, “Yang paling utama sebenarnya membantu anak yang kurang mampu secara finansial. Namun, anak itu juga memiliki kemampuan basket dan keinginan berkuliah karena nilai akademik juga dipertimbangkan selain basket.”

Abrizalt juga mengaku bahwa beasiswa ini sangat bagus. Ia jadi bisa memantau kemampuan basket di seluruh Indonesia dan membantu atlet-atlet dari luar Jakarta dengan mengembangkan bakat mereka serta bisa memberikan ijazah yang bisa menjadi bekal untuk masa depan mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in The A Team