Connect with us

LIMA Futsal: Air Mineral Prim-A GJC Season 7

Fadhlurrahman: Totalitas Untuk Almamater Tercinta

Fadhlurrahman merupakan alumnus LIMA. Ia pernah membela almamater kebanggannya di LIMA Futsal: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference Season 4 sebagai student athlete. Musim ketujuh LIMA Futsal: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference, ia ditunjuk sebagai asisten pelatih tim putra futsal Universitas Indonesia (UI) Depok. Musim tersebut merupakan musim debutnya sebagai asisten pelatih tim futsal putra UI.

“Saya pernah menjadi student athlete untuk membela nama baik kampus UI di ajang LIMA Futsal: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference pada tahun 2016. Namun, pada musim tersebut, saya tidak bisa menghadiahkan gelar kepada kampus saya. Musim selanjutnya, saya ditunjuk sebagai ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Futsal UI sehingga saya tidak bisa bermain dalam LIMA Futsal: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference Season 5.” tuturnya.

“Pada tahun 2018, tim futsal UI memutuskan untuk vakum di LIMA Futsal: Air Mineral Prim-a Greater Jakarta Conference Season 6. Saya mendapatkan kesempatan untuk kembali membela panji Universitas Indonesia di kancah LIMA Futsal: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Season 7 sebagai asisten pelatih,” tambahnya.

Alumnus jurusan Ilmu Administrasi Niaga, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia, tersebut, telah bermain futsal sejak usia 11 tahun. Akan tetapi, ia mulai bergelut di dunia futsal ketika duduk di bangku kuliah.

Fadhlurrahman yang saat ini bekerja di PT. Astra Internasional, mengaku bahwa ia berkesulitan untuk beradaptasi dari student athlete menjadi asisten pelatih. Akan tetapi, dengan adanya kebersamaan yang dibangun oleh para pemain dan ofisial memudahkan dirinya untuk menjalani tanggung jawab tersebut.

“Saya mengalami kesulitan ketika harus beradaptasi secara cepat untuk bisa menjadi asisten pelatih tim futsal UI. Saya merasa harus membuat tim ini bermain dengan sangat baik dan menjadi juara di LIMA Futsal: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference Season 7. Hal tersebut menjadi tekanan bagi diri saya. Transisi dari pemain menjadi asisten pelatih juga menjadi hal yang sulit untuk dihilangkan. Akan tetapi, saya merasa bersyukur karena para pemain membantu saya untuk bisa nyaman dan tenang dalam mengambil keputusan,” katanya.

Sebagai alumnus LIMA, pemain yang kerap dipanggil Apuh ini mengutarakan pendapatnya tentang ajang ini, baik dari segi peraturan maupun manfaat untuk dirinya sendiri. Menurutnya, peraturan yang diberikan oleh LIMA menuntut para student athlete maupun ofisial untuk bersikap dan bertindak seperti profesional baik dari tahap persiapan hingga di lapangan. Hal tersebut menjadi bekal yang sangat berharga bagi para mahasiswa di masa depan.

Apuh menambahkan, “Saya berharap LIMA terus berjalan. LIMA merupakan wadah yang tepat untuk para atlit-atlit muda berkembang dan memajukan olahraga futsal di Indonesia. Sebagai asisten pelatih, tentu saya ingin melihat tim kebanggaan saya yakni UI untuk bisa menjuarai Conference dan melaju ke babak Nationals.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in LIMA Futsal: Air Mineral Prim-A GJC Season 7