Connect with us

Basketball

Dramatis, Maria Leony Antar UGM ke Peringkat Tiga

Laga perebutan posisi ketiga LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) 2018, Universitas Gadjah Mada (UGM) keluar sebagai posisi ketiga, Rabu (25/7).

Laga perebutan posisi ketiga LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) 2018, Rabu (25/7), mempertemukan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Kedua tim sempat berhadapan di babak penyisihan, dengan kemenangan untuk UGM. Pada laga ini, UGM berhasil keluar dari ambisi Undip untuk membalas kekalahannya. Tim asal kota tuan rumah itu menduduki peringkat ketiga usai meredam Undip dengan skor tipis, 38-37.

Ancaman Srikandi Undip terlihat sejak awal laga. Di kuarter pertama, tim berkostum ungu itu mampu menahan UGM dengan hanya dua bola. Undip memberi selisih delapan angka hingga akhir kuarter pertama.

Empat poin UGM masih bertahan hingga paruh waktu kuarter kedua. Kekosongan angka bagi tim asuhan Alfa Hari itu akhirnya terpecahkan dengan tambahan dua poin dari tembakan Jaydra Ayesha (nomor punggung 99) dan dua poin dari tembakan bebas sang kapten, Nadya Gumanti (5). Meski mampu menambah angka, lawannya pun turut memperjauh jarak keunggulannya. Skor 25-8 menutup paruh pertama.

UGM menggeliat usai jeda paruh waktu. Sembilan poin berhasil ditambah tim berkostum putih itu pada lima menit pertama kuarter ketiga. Sementara itu, Undip belum menciptakan poin. Pada lima menit terakhir di kuarter ini, usaha UGM untuk mengejar keunggulan Undip kian terlihat. UGM berhasil memperkecil ketertinggalannya dengan raihan 23 poin di akhir kuarter ketiga. Namun, tambahan tujuh poin dari Undip membuatnya tak terkejar oleh UGM. Undip masih memimpin dengan skor 32-23.

Di kuarter penutup, UGM semakin panas. Tim yang dinakhodai Nadya Gumanti itu mencoba mempertipis selisih ketertinggalannya. Tembakan tiga poin Maria Leony (14) membawa UGM semakin mendekati Undip dengan skor sementara 32-37 di sisa waktu satu menit.

Di bawah tekanan Undip, UGM justru berhasil mencetak poin demi poin. Saat waktu menunjukkan 13 detik sebelum laga usai, Raysa Syifa (1) memperkecil jaraknya menjadi hanya setengah bola, dengan skor sementara 36-37.

Bola dikuasai UGM di detik-detik terakhir. Raysa mencoba tembakan tiga angka, namun gagal. Undip mencoba merebut bola saat Maria Leony (14) melakukan rebound. Namun, usaha Undip itu gagal, dan justru menghadiahi UGM dua tembakan bebas di akhir laga. Maria secara dramatis membuka kemenangan UGM usai mengeksekusi dua tembakan bebas dengan apik. UGM mengakhiri laga dengan kemenangan tipis, 38-37.

“Di dua kuarter awal, selisih kami jauh sekali. Saya tadi salah susun strategi. Niatnya, tadi kami menekan dari awal, tapi Undip sama sekali tidak tertekan. Mereka justru menguasai pertandingan. Sehingga, kami menyusun strategi kembali di kuarter tiga dan empat, dan akhirnya bisa terkejar. Tembakan bebas Maria itu karunia dari Yang di Atas. Di detik terakhir kami bisa rebound dan ternyata foul,” kata Alfa.

Meski tak mampu mempertahankan gelar, UGM masih mampu menempati tiga peringkat teratas. Alfa mengakui tak mempermasalahkan hasil akhir ini. “Kami tidak mempermasalahkan hasil akhir kami di peringkat keberapa. Yang penting, ada perkembangan dari para pemain yang nota bene pemain baru. Saya selalu puas dengan hasil yang kami dapatkan. Dengan banyaknya pemain baru di UGM, menurut saya ini pencapaian luar biasa,” lanjut Alfa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Basketball