Connect with us

Featured

Belajar kerja keras dan sportivitas dari LIMA

Malang – Dieta Farina L. Akimas merupakan student-athlete Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Mahasiswi jurusan psikologi ini menceritakan tentang pengalamannya selama menjadi student-atllete, mulai dari awal perjalanan di basket, akademik, hingga pengalaman bermain di LIMA.

Dieta mengaku bahwa awal mula terjun ke dunia basket karena iseng-iseng. “Saya bermain basket sejak kelas tiga sekolah dasar. Awalnya, hanya iseng bermain di depan rumah. Namun, ibu saya menawarkan untuk ikut ekstrakurikuler dan klub basket. Setelah itu, saya mencoba mengikuti kompetisi-kompetisi basket untuk membela klub,” kata Dieta.

Perjalanannya di dunia basket tidak selalu berjalan mulus. Saat SMA, ia pernah diremehkan oleh sang pelatih. “SMA saya di Surabaya, dan klub saya di Banyuwangi. Jadi, saya jarang latihan di klub. Saat ikut pertandingan untuk membawa nama klub, saya jadi kurang memiliki chemistry di dalam tim. Kemudian, pelatih saya berkata bahwa saya tidak bisa bermain basket. Setelah kejadian itu, saya sempat berpikir untuk tidak lanjut main basket saat lulus SMA,” tuturnya.

“Saya sempat menangis setelah mendengan hal itu. Akan tetapi, saya sadar kalau terus menangis hidup saya tidak akan maju. Untungnya, saya mendapat dukungan dari teman-teman saya, dan saya bisa membuktikan ke pelatih tersebut dengan menjadi salah satu pemain yang membawa nama daerah ke final Pekan Olahraga Provinsi,” tambah Dieta.

Setelah lulus SMA dan masuk Unair, Dieta mengikuti kompetisi Liga Mahasiswa. Ia mengaku bahwa LIMA merupakan kompetisi yang paling ditunggu-tunggu oleh student-athlete kampusnya. Ia berkata, “LIMA itu kompetisi yang paling ditunggu-tunggu oleh Unair. Setiap tahun, kami pasti mempersiapkan diri untuk ikut.”

“Dengan ikut LIMA, saya belajar tentang kerja keras dan sportivitas. Selain itu, ajang ini juga bisa menambah jam terbang saya untuk ke depannya nanti. Siapa tahu kemampuan saya bisa dilihat orang-orang atau perusahaan-perusahaan yang mencari karyawan sekaligus atlet, ” tambahnya.

Dieta sendiri ingin bekerja di perusahaan di departemen HR (Human Resources), sesuai dengan jurusannya di Unair. Ia mengaku bisa mempelajari karakter orang lain melalui psikologi. Padahal awalnya psikologi bahkan belum menjadi pilihannya. “Awalnya saya tidak tahu mau ambil jurusan apa. Akan tetapi, saat semester ketiga saya mulai merasa senang mempelajari psikologi,” ucapnya.

Meski menjalani aktivitas sebagai atlet, Dieta ingin meneruskan akademiknya lebih dulu ke jenjang yang lebih tinggi dan bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan. Ia mengatakan, “Setelah lulus, saya ingin melanjutkan kuliah ke pascasarjana dan jenjang yang lebih tinggi. Setelah itu saya ingin bekerja di perusahaan di departemen human resources.”

“Saya ingin lebih mengejar akademik dan bekerja, karena saya belum tentu bisa bermain basket sampai tua,” tutup Dieta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Featured