Connect with us

The Alumni

Bicara Ilmu Keolahragaan Bareng Tita Rosita

Jurusan Ilmu Keolahragaan (Ikor) terdengar tidak asing bagi telinga para mahasiswa ataupun orang awam lainnya. Namun, apa benar mahasiswa Ikor itu kesehariannya itu cuma olahraga saja, dan kegiatan belajar mengajar lainnya bagaikan tidak penting bagi mahasiswa Ikor. Yuk, kita cari tahu bersama dengan Tita Rosita, sosok perempuan yang juga menjadi alumni LIMA Futsal Putri UNJ Season 2-4, dan juga merupakan Wasit LIMA Futsal Season 5-7.

Biasanya tuh apa saja sih yang dipelajari mahasiswa Ikor?

“Selama di Ilmu Keolahragaan (Ikor), banyak yang saya pelajari diantaranya itu ialah anatomi, ilmu faal olahraga, pemulihan kondisi fisik, penanganan cidera pada olahraga, pengantar ilmu kepelatihan, dan masih banyak lagi. Karena saya ambil peminatan Konsentrasi Kepelatihan Olahraga (KKO) yang dipelajari lebih kepada kepelatihan dan pemulihan kondisi fisik”, ujar Tita.

Tita juga menjelaskan bagaimana keseruannya kuliah di Ilmu Keolahragaan (Ikor) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), “Kuliah keolahragaan itu seru, karena kita kuliah pakai otak dan otot juga. Ada beberapa kuliah wajib yang saat itu harus diambil seperti senam lantai, renang, dan atletik. Saat itu juga kita harus punya cabor masing-masing, untuk Fakultas Ikor saja, gak wajib untuk yang di luar Fakultas Ikor”.

Selain keseruan di dalam kampus, Tita juga sempat menekuni bidang futsal yang sudah ia geluti sejak sekolah, ia menceritakan bahwa latihan futsal di UNJ itu lumayan melelahkan, bagaimana tidak waktu masih kuliah tahun 2012, Tita diharuskan hadir latihan pada pukul 6-8 pagi setiap Senin-Sabtu. Setelah latihan, harus lanjut lagi masuk kelas pada jam 8. Sudah fisik terkuras karena habis latihan, otak juga harus dipakai untuk menyerap materi kuliah. Menurut Tita itu semua resiko, tapi jika dijalani dengan gembira gak akan pernah merasa lelah, apalagi bertemu dengan teman-teman yang seru dan se-frekuensi sama kita.

Saat masih duduk dibangku kuliah, Tita yang beranggapan akan menjadi atlet futsal karena masih senang main di lapangan. Lalu, ditahun 2015 Tita memutuskan untuk mengambil lisensi wasit sepakbola C3. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2017 Tita menekuni karir wasitnya dengan mengambil lisensi wasit futsal level 3 di UPI Bandung, dan melanjutkan dengan level 2 di ITB Jatinangor.

Saat Tita lulus pada Maret 2017 silam, Tita hanya ingin fokus dengan karir wasitnya dan dengan harapan bisa mencapai level tertinggi wasit di FIFA. Karir Tita kini memsasuki bidang pemerintahan atau menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Perhubungan saat dinyatakan lolos CPNS pada tahun  2019.

Tita Rosita ialah salah satu dari ribuan banyak perempuan hebat di Indonesia, semoga dengan paparan mengenai Ilmu Keolahragaan menurut pandangan Tita akan lebih banyak lagi yang minat akan jurusan tersebut, serta dapat menjaga atau lebih peduli dengan olahraga. Serta sikap disiplin yang bisa dipetik oleh Tita merupakan proses yang bukan sia-sia hingga menjadi seorang Tita Rosita yang kini banyak dikenal orang khususnya di dunia futsal dan sepakbola.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in The Alumni