Connect with us

Featured

Aulia Tempa Mental di LIMA

Muhammad Aulia student-athlete Universitas Padjadjaran (Unpad) sekaligus kapten tim basket kampusnya itu. Ia merasa mendapat kesempatan mengasah mental saat memimpin tim dan bertanding di LIMA sebelum melaju ke profesional.

Sebagai kapten, Aulia selalu mencoba merangkul timnya agar saling mendukung serta bertanggung jawab terhadap tugas yang sudah diberikan. Padahal, ia mengaku tidak pernah menyangka akan ditunjuk memimpin tim.

“Sebenarnya, saya tidak pernah berharap menjadi kapten. Namun, saya memang harus siap saat ditunjuk sebagai. Terlepas dari itu, menjadi kapten atau tidak, saya akan tetap membantu dan mendukung tim,” ucapnya.

Pria kelahiran Bogor ini menganggap para pemain harus saling mendukung karena basket merupakan permainan tim. Kerja sama itu tak hanya meliputi aspek teknis permainan. Sebagai pemimpin, ia ingin para pemainnya selalu menjaga sikap, baik di dalam lapangan maupun luar lapangan. Saat di dalam gelanggang, menang atau kalah merupakan hal yang lumrah. Kalau timnya sedang mengalami kekalahan, ia selalu menenangkan dan memedulikan timnya. Mahasiswa berusia 22 tahun tersebut ingin timnya pantang menyerah.

“Saya ingin menunjukkan bagaimana caranya untuk tidak menyerah. Justru kekalahan harus dijadikan motivasi untuk bangkit lagi.”

Tidak hanya dalam kondisi kalah, Aulia juga ingin timnya selalu bersikap tenang dan tidak meremehkan tim lain saat sedang meraih kemenangan. Menurutnya, kejadian-kejadian di lapangan menjadi tes mental bagi para student-athlete.

“Seorang student-athlete harus memosisikan diri dengan baik. Kalau saat menang bisa bahagia, maka saat kalah pun harus sportif dan menerima dengan lapang dada. Sikap itu bisa melatih mental seorang mahasiswa-atlet.”

Aulia berpendapat bahwa tes mental tersebut bisa menjadi bekal untuk para pemain yang ingin melanjutkan kariernya ke profesional, termasuk dirinya yang memiliki mimpi untuk menjadi pemain pro sejak SMA.

Selain mengasah mental, pebasket Unpad bernomor punggung 5 ini juga bisa mengembangkan kemampuan di LIMA. Menurutnya, LIMA merupakan jembatan baginya sebelum melaju ke profesional.

“Banyak manfaat yang didapat di LIMA. Selain bisa melatih mental, kemampuan, kerja sama tim, dan memperluas relasi, kompetisi LIMA juga menjadi jembatan untuk saya yang ingin melanjutkan karier ke profesional. Di LIMA, saya bisa tahu apa kekurangan saya agar bisa berlatih lebih keras untuk mencapai mimpi tersebut,” tutup Aulia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Featured