Connect with us

LIMA Esports

Andre Francisco (PLSRI_BULEK): MVP LIMA Esports 2021 with Kopi Caffino Free Fire Nationals

Belum lama, Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy-1) berhasil keluar sebagai juara di turnamen Liga Mahasiswa ajang LIMA Esports 2021 with Kopi Caffino Free Fire Nationals. Padahal di babak penyisihan, performa mereka bisa dibilang buruk untuk lolos ke babak Grand Finals, yang hanya mampu finish di peringkat keenam Pul B.

Namun pada saat babak Grand Finals, mereka tampil baik dengan berhasil melakukan dua kali Booyah dalam enam map yang dipertandingkan (Bermuda, Purgatory, Kalahari, Bermuda, Purgatory, dan Bermuda). Hal menarik lainnya, datang dari runner-up LIMA Esports 2021 Free Fire Nationals, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri).

Saat grand finals, Polsri mampu meraih Booyah sekali dengan raihan 38 placements points, 33 kill points, dan total mencapai 71 points. Hal tersebut karena penampilan terbaik dari kapten Polsri yang bernama Andre Francisco (PLSRI_BULEK).

Pada pertandingan terakhir, secara mengejutkan Polsri meraih Booyah untuk pertama kalinya. Andre berhasil melakukan enam kills dan berhasil mengumpulkan sebanyak 16 total kills selama pertandingan grand final. Dengan penampilan yang memukau tersebut, Andre juga berhasil menjadi  Most Valuable Player (MVP) di LIMA Esports 2021 with Kopi Caffino Free Fire Nationals.

Andre mengaku, bahwa Polsri tidak bermain baik di pertandingan awal, sehingga Polsri tidak bisa meraih poin banyak. Namun, di beberapa pertandingan akhir yakni pertandingan keenam, Polsri mengeluarkan kemampuan maksimal yang sesungguhnya dan meraih Booyah serta 10 kills sehingga berada di posisi runner-up.

Dengan hasil pertandingan Grand Finals LIMA Esports 2021 with Kopi Caffino Free Fire Nationals, Polsri belum mampu menyalip points Unhasy-1 di peringkat pertama yakni total 82 points dengan statistik 39 placement points dan 43 kill points. Tetapi, dengan raihan peringkat kedua, kapten Polsri juga sudah sangat bangga dengan perjuangannya dan teman-temannya.

“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga terhadap para pemain di tim ini karena tanpa mereka, saya tidak akan bisa berada di titik ini, dengan tim yang dadakan, terbatasnya pertemuan karena pandemi, dan belum terlalu mengenal teman dan senior di kampus. Bahkan kami itu jarang latihan karena ada salah satu pemain Polsri yang kesulitan dengan jaringan internet karena tinggal di desa,” ujar Andre.

Pemain yang berhasil meraih MVP ini, juga menambahkan keinginannya menjadi pro player. Namun, Andre merasa ada hambatan karena kurang dukungan dari orang tua dan bermain game online masih dianggap buang-buang waktu, serta dipandang sebelah mata seperti tidak ada masa depan.

“Optimis! Saya ingin menunjukkan ke orang tua bahwa saya bisa mengatur waktu antara kuliah dan game. Saya berharap bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dibanggakan nantinya,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in LIMA Esports